Halaman

Senin, 27 Agustus 2012

BATAS AKHIR SEGALA KENIKMATAN



hasil kopas BERANDA KITA...n mau nmbahin sdikiiiit Sukron buat Iilmunya deh pkoknya...smoga mnjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi kita (khusunya yg baca) hehehehe

--> Jika seseorang rajin mengingat akan kematian,,ia menyatu dengan akhirat...dan segera berbuat kebajikan (beramal) sebelum kematian menjemputnya.

Kita sudah cukup mengerti tentang kematian..Dan kita hanya menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam...

Tak adakah pelajaran yang bisa kita petik dari perkataan para juru nasehat...?!

Sungguh...seringkali saya berkata..
"Maha Suci Allah Jalla Jalaluhu...Dia telah memberi tempo kepada mu hingga seakan-akan menjadikan kamu lalai."...
Kemudian saya kembali melihat kepemaafan dan kekuasaan-Nya..lantas berkata.. "Tidak..tapi Dia mengakhirkan kita sampai pada batas ajal kita..sampai pada hari di mana mata menjadi terbelalak dan hati menjadi kering.."..

"Wahai pelaku kezhaliman..!
Sesungguhnya kamu sedang berada dalam masa penangguhan yang kau minta itu.. maka manfaatkanlah sebelum akhir masa itu tiba..dan bersegeralah sebelum berlalu...
Batas akhir penangguhan adalah ketika kamu menemui ajal..saat sang maut datang...Ketika itu tidak berguna lagi penyesalan...

Kematian adalah haq...PASTI TERJADI..TIDAK DAPAT DISANGKAL LAGI..
Allah Subhanahu wata'ala berfirman...

"Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya..Itulah yang kamu selalu lari dari padanya." (QS. Qaaf:19)

Adakah orang yang bisa mendebat kematian dan sakaratul maut..?
Adakah orang yang bisa mendebat kubur dan azabnya...?
Adakah orang yang mampu menunda kematiannya dari waktu yang telah ditentukan..?

Mengapa manusia takabur..dan berpenyakit hati..padahal kelak akan dimakan ulat..?
Mengapa manusia melampaui batas..padahal di dalam tanah kelak akan terbujur..?
Mengapa Manusia sombong,pdahal kita mati tidak membawa se cuilpun harta duniawi yg slama ini kita banggakan mlainkan hnya bbrapa potong kain kafan..?
Mengapa membanggakan kecantikan & ktampanan..padahal kematian akan menjadikan smua menjadi tumpukan tulang belulang yg menyedihkan..
Mengapa berandai-andai..padahal kita mengetahui kematian akan datang secara tiba-tiba..

Salah besar Jika ada orang yang mengira bahwa kematian itu hanya ke-fana-an semata..dan ketidak-adaan secara tota..!
Yang tidak ada kehidupan..perhitungan..hari dikumpulkan..kebangkitan..surga atau neraka padanya....!!

Andaikata demikian...
Tentu tidak ada hikmah dari penciptaan dan wujud kita...
Tentulah manusia semua sama saja setelah kematian dan dapat beristirahat lega.. Antara mukmin dan kafir sama..pembunuh dan terbunuh sama..
Si penzhalim dan yang terzhalimi sama..pelaku keta'atan dan maksiat sama..
Penzina dan si rajin shalat sama..pelaku perbuatan keji dan ahli takwa sama...

Pandangan begitu hanyalah bersumber dari pemahaman kaum atheis..
yang mereka itu lebih buruk dari binatang sekali pun...Yang mengatakan seperti ini hanyalah orang yang telah tidak punya rasa malu dan menggelari dirinya sebagai orang yang bodoh dan 'gila....
(Baca: QS. At-Taghabun:7, QS. Yaasiin: 78-79)

Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian.. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya.. tidak akan meleset...
Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang..maka tidak akan menimpa yang lain...

Jiwa yang beku dan hati yang lalai..selalu memerlukan wejangan yang lebih lama dari para penyuluh dan untaian kata-kata yang meluluhkan..
sebab jika tidak..Firman Allah subhanahu wata'ala dalam surat Ali 'Imran ayat 185...
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati...tentu sudah cukup bagi pendengar dan pemerhatinya..!!"

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma pernah berkata..
"Aku pernah menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai orang ke sepuluh yang datang..lalu salah seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata..

"Wahai Nabi Allah..siapakah manusia yang paling cerdik dan paling tegas..?"
Beliau menjawab.."(adalah)
Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya...
Mereka itulah manusia-manusia cerdas..mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan kemuliaan akhirat."..
(HR. Ath-Thabrani.dishahihkan al-Mundziri)..



Manfaat Mengingat Kematian..

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan agar banyak mengingat kematian.. Beliau bersabda..
"Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (maut).."
(HR. At-Tirmidzi, hasan menurutnya)..


Di antara faedah mengingat kematian adalah..

- Mendorong diri untuk bersiap-siap menghadapi kematian sebelum datangnya..

- Memperpendek angan-angan untuk berlama-lama tinggal di dunia yang fana ini.. karena panjang angan-angan merupakan sebab paling besar lahirnya kelalaian...

- Menjauhkan diri dari cinta dunia dan rela dengan yang sedikit..

- Menyugesti keinginan pada akhirat dan mengajak untuk berbuat ta'at..

- Meringankan seorang hamba dalam menghadapi cobaan dunia..

- Mencegah kerakusan dan ketamak-an terhadap kenikmatan duniawi...

- Mendorong untuk bertaubat dan mengevaluasi kesalahan masa lalu...

- Melunakkan hati..membuat mata menangis..memotivasi keinginan mempelajari agama dan mengusir keinginan hawa nafsu...

- Mengajak bersikap rendah hati (tawadhu')..tidak sombong dan berlaku zhalim...

- Mendorong sikap toleransi..me-ma'afkan teman dan menerima alasan orang lain...

Semoga bermanfaat J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar