Halaman

Rabu, 11 September 2013

KUNCI SUKSES HIDUP



Ketika Kita bangun pagi dan merenungkan kunci sukses hidup :

Jendela kamar bilang = Lihat dunia di luar.

Langit langit kamar berpesan = Bercita - citalah setinggi mungkin.

Jam dinding berkata = Tiap detik itu berharga.

Cermin bilang = Berkacalah sebelum bertindak.

Kalender berbisik = Jangan menunda sampai besok.

Pintu berteriak = Dorong yang keras, pergi dan berusahalah.

TAPI TIBA - TIBA...
Lantai berbisik = Berlutut dan Berdoalah.
Karena kunci kesuksesan Kita harus dimulai dengan DOA.

- Jagalah dengan penuh keyakinan.
- Jalankanlah dengan ketajaman.
- Sempurnakan dengan kesetiaan.

Jumat, 06 September 2013

Keajaiban Kecil Setelah Sholat Dhuha


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah ta`ala berfirman: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Hai, cerita ini benar-benar terjadi padaku, tidak ada rekayasa apapun, aku masih tidak mempercayainya, tapi hal itu benar-benar terjadi, dan aku menganggapnya sebagai suatu ‘keajaiban kecil’. Aku tak perduli orang menanggapi ceritaku gimana, tapi bagiku itu tetap suatu keajaiban.

Ceritanya gini, aku punya usaha kos2an di Bandung. Lalu ada satu kamar yang aku ingin banget cepat terisi lagi, padahal kamar itu baru ditinggal penghuninya sekitar sebulanan.

Nah suatu hari, tepatnya hari Jum’at, aku melakukan shalat Dhuha di kamar itu sebanyak 12 raka’at. Sebelumnya, aku ga pernah mengerjakan sebanyak 12 raka’at. Kalau tidak dua raka’at biasanya aku shalat 4 raka’at.

Setelah selesai shalat dan berdoa, ga tau kenapa aku tiba2 merasa terharu dan gembira sekali, suatu perasaan yang ga pernah aku dapatkan sebelumnya. Kegembiraanku bersumber lebih pada rasa bersyukur bahwa aku masih diberi waktu untuk melaksanakan ibadah shalat tersebut.

Please jangan berpikir aku lebay, itu kondisi yang benar2 aku alami saat itu. (Dan perlu aku bilang sekali lagi aku belum pernah mengalami kondisi seperti itu sebelumnya).

Lalu aku berpikir tentang keluargaku yang sudah meninggal, apakah ada di antara mereka yang merasa menyesal telah membuang-buang waktu percuma saat mereka hidup; apakah mereka sempat melakukan ibadah shalat seperti yang baru saja aku lakukan atau tidak. Lalu perasaan sedih dan terharupun datang lagi. Begitulah. Yang jelas, pagi itu, perasaanku terasa aneh.

Setelah itu aku menjalani aktivitasku seperti biasa. Malam harinya, selepas shalat Maghrib, kakekku, yang rumahnya letaknya beberapa rumah di depan rumahku, teriak2 memanggil namaku. Aku keluar dengan perasaan bingung. Ternyata kakek membawa seorang pria yang sedang nyari kos-kosan.

Aku lalu mengajak pria itu untuk melihat-lihat kamar yang kosong (saat itu kebetulan ada dua kamar yang kosong). Dan pria itu memilih kamar dimana aku melakukan shalat Dhuha pada pagi harinya, dan ingin menempati kamar itu malam itu juga.
Subhanallah ..

Melihat apa yang sudah dipaparkan di atas, kejadian yang aku alami, sepertinya memperoleh ganjaran di sore hari ... hehehe … boleh percaya boleh tidak, it really happened to me.

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Kamis, 05 September 2013

Mengutuk Orang Muslim


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillaah…..Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yang dimaksudkan dengan mengutuk ialah mendoakan orang lain agar mendapat kecelakaan. Mengutuk adalah satu perbuatan yang terlarang kita lakukan sesama muslim. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW. di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud:
” Mencaci orang Islam itu termasuk fasik dan membunuhnya termasuk kafir.”
Rasulullah SAW. bersabda: “Mengutuk seorang mukmin itu seperti membunuhnya.” [HR Jamaah selain Ibnu Majah, hadis riwayat Tsabit bin Adl-Dlahak]
Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba bila melaknat seseorang niscaya laknat itu akan naik ke langit kemudian menutup pintu pintu langit di bawahnya, lalu turun ke bumi menutup pintu pintu yang lain, kemudian mengambil tangan kanan di tangan kirinya, apabila tidak memenuhi sasarannya, ia kembali kepada orang yang dilaknat dan jika tidak bisa ia akan kembali kepada orang yang melaknatnya.” [HR Abu Daud]
Rasulullah SAW. bersabda ” Tidaklah para pelaknat itu dapat jadi penolong dan saksi di hari kiamat.” [HR Muslim dan Abu Daud]
Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak pantas seorang teman baik, mengutuk temannya” [HR Muslim dari Abu Hurairah]
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW. bersabda:
“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencerca, bukan yang suka menjuluki, bukan yang suka berbuat keji, dan bukan juga orang yang suka membicarakan yang keji”.

Dari hadis hadis tersebut di atas telah diterangkan bahwa mengutuk orang mukmin itu termasuk perbuatan yang berdosa, karena kutukan dan laknat itu menjadi hak dan wewenang ALLAH SWT saja, dalam menghukum setiap hambanya. Sehingga kita dilarang mengutuk karena kegunaan kutukan itu mengharapkan supaya ALLAH SWT. mencabut semua nikmat yang telah diberikan kepada hamba tersebut baik nikmat lahir maupun nikmat batin, supaya dia (orang yang dilaknat) tidak memperoleh nikmat dan anugerahNya. Oleh karena itu Rasulullah SAW. melarang perbuatan itu, bahkan menganjurkan sebaliknya yaitu supaya saling mendoakan sesama muslim agar mendapat nikmat dan kurnia dari ALLAH SWT.

Rabu, 04 September 2013

Teruntuk Alm.Suamiku


"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."


Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata.. 
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku ... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata .. 

"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu ..."


Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ..

Semoga Allah merahmati pasangan suami-istri , dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala .. Aamin Allahu yaa Karim ..



Asma Nur Khalidah / Ade A.

Jumat, 09 Agustus 2013

Belajar Memahami


"Sahabat Belajarlah Memahami"

Jika kejahatan di balas kejahatan itu adalah dendam
Jika kebaikan di balas kebaikan itu perkara biasa
Jika kejahatan di balas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji
Jika kebaikan di balas kejahatan itu dzalim

Ingatlah sahabatku

Tingginya ilmu seseorang tidak berarti menunjukkan tingginya Ahlaqnya
Tetapi tingginya Ahklaqnya seseorang menunjukkan tingginya ilmunya

Karna orang yang ber ilmu banyak yang tidak berahlaq
Sedangkan orang yang berahlaq tentu adalah orang yang beriman
Karena ilmunya bukan sekedar teori
Namun pengalaman yang nyata sesuai tuntunan Alloh dan Rosulnya

Sahabatku marilah kita belajar bersama sama memperbaiki Ahklaqul Qarimah

Keep istiqomah
Salam santun
Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk saudara/i ku semua....
Semoga di hari yang fitri ini kitra semua kembali ke fitrah....aamiin

Selasa, 23 Juli 2013

Surat Untuk Adam

~ ** ~ Surat Untukmu Adam ~ ** ~

Adam ...
Maafkanlah aku jika coretan ini memanaskan hatimu.
Sesungguhnya aku adalah hawa.
Temanmu yang kau pinta semasa kesunyian disyurga dulu.

Aku berasal dari tulangmu yang bengkok.
Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku.
Senantiasa ingin bimbingan darimu.
Senantiasa mau ikut dari landasanmu.
Karena aku buruan syaitan.

Adam ...
Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih banyak dari kaummu dikala Akhir Zaman.
Itulah sebabnya ketelitian Allah dalam urusan-Nya.
Karena andainya Allah mentakdirkan bilangan kaummu mengatasi kaumku.
Niscaya merahlah dunia ini dengan darah manusia.

Kacau balaulah suasana adam sesama adam.
Bermusuhan hanya karena hawa.
Bukti cukup nyata dari peristima habil dan Qabil.

Sehinggalah pada zaman cucu,cicitnya juga.
Jika begitu maka tidak selaraslah Undang2 Allah yang mengharuskan Adam beristri lebih dari satu.

Adam ...
Bukan karena banyak istrimu membimbingkan daku ?
Bukan karena sedikit jumlahmu .?
Tetapi,aku risau,gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu ?

Sejak dahulu lagi kuketahui bahwa seharusnya ...
Aku tunduk tatkala telah menjadi istrimu.
Aku patutlah terlalu berat lidahku berbicara untuk menyatakan isi hati ini.
Namun sebagai hamba Allah aku sayang padamu.

Adam ...
Sebagaimana dalam Alqur'an telah menyatakan yang
Engkau diberi kekuatan terhadap kaum wanita.
Kau diberi amanah mendidikku.
Kau diberi tanggung jawab menjagaku,memelihar dan mengawasiku.
Agar redha Allah senantiasa menaungi.

Tetapi duhai Adam...
Lihatlah dunia kini ?
Apa yang terjadi pada kaumku ?

Kini aku dan kaumku telah banyak mendurhakaimu .
Kini aku dan kaumku telah menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan.

Asalnya ...
Allah menghendaki aku tinggal dirumah,dijalan2 ,dipasar dan dibandar2 bukanlah tempatku.

Jika terpaksa ...
Aku keluar rumah seluruh tubuhku ditutup dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Tapi nyatanya ...
Kini aku telah lebih dari yang tak sepatutnya ..

Adam ...
Mengapa kau biarkan daku begini ?
Sememangnya aku dan guru bagi anak-anakmu
Tetapi kini aku menjadi ibu,guru dan jugalah yang memikul senjata.
Padahal engkau duduk saja.

Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja.
Kau perhatikan saja aku panjat tangga dipenjabat bomba.
Kainku tinggi menyingsing paha.mengamankan negara ..

Apakah kau tidak seperti dahulu ?
Apakah sudah hilang kasih sucimu padaku ?

Adam ...
Marahlah kau jika kukatakan terpelosoknya hawa sekarang yang harus dipersalahkan kenapa kau ?

Bukankah orang sering bicara .
Jika anaknya jahat,maka ibu bapaknya yang tidak pandai mendidik.
Jika murid bodoh,maka guru yang tidak pandai mengajar.

Jadi secara formulanya.
Aku binasa,kaulah puncaknya.

Adam ...

Kau selalu mengatakan ...
Hawa memamg kotor ?
Tidak mau dengar kata-katamu ?
Tidak mudah makan nasehatmu ?
Kepala batu ?

Tetapi Adam ...
Seharusnya kau bertanya ...
Siapakah ikutanmu ?
Siapakah rujukandu ?
Dalam mendidik aku yang lemah ?

Adakah ikutanmu nabi Muhamad,saw ?
Adakah rujukanmu nabi Muhamad,saw ?
Adakah akhlaq2du boleh dijadikan contoh buat kami kaum hawa ?

Adam ...
Sebenarnya kaulah imamku,dan akulah makmummu.
Aku adalah para pengikutmu.dan kau Amir.

Jika kau benar ,maka benarlah aku.
Jika kau lalai ,maka lalailah aku.

Lupakanlah aku !
Kau punya satu kelebihan anugerah Tuhan.
Akalmu sembilan,nafsumu satu.
Dan aku akalku satu,nafsuku beribu.
Dari itu adam,gunakanlah ketinggian akalmu untuk membimbingku.

Pimpinlah tangamku karena aku sering lupa dan lalai.
Seringkali aku tergelincir didorong oleh nafsu.

Bimbinglah dan bantulah aku .
Dalam menyelami kalimah Allah.
Perdengarkanlah aku kalimah syahdu dari Tuhanmu.
Agar duniaku senantiasa dijalan Rahmah.
Tiupkanlah roh jihad kedalam dadaku
Agar tetap mampu menjadi mujahidah kekasih Allah.

Maafkan aku Adam.
Karena aku menyayangimu.